Minggu, 10 April 2011

Bahaya Besar Imunisasi & Vaksinasi

Jika kita merunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, kita dapat menemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional.
Dan kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya :

The UN’s WHO was established by the Rockefeller family’s foundation in 1948 the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government’s National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation’s Public Health Service (PHS).
~ Dr. Leonard Horowitz dalam “WHO Issues H1N1 Swine Flu Propaganda”
Dilihat dari latar belakang WHO, jelas bahwa vaksinasi modern (atau kita menyebutnya imunisasi) adalah salah satu campur tangan (Baca : konspirasi) Zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam “New World Order” mereka.

Apa Kata Para Ilmuwan Tentang Vaksinasi?

* “Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.”
~ Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika
* “Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.”
~ Dr. Richard Moskowitz, Harvard University
* “Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.”
~ Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris
* “Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum”.
~ dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional
* “Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.”
~ Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962
* “Sebelum vaksinasi besar besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme.”
~ Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional
* “Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.”
~ Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika
* “Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.”
~ Dr. William Hay, dalam buku “Immunisation: The Reality behind the Myth”
Dan masih banyak lagi pendapat ilmuwan yang lainnya.
Dan ternyata faktanya di Jerman para praktisi medis, mulai dokter hingga perawat, menolak adanya imunisasi campak. Penolakan itu diterbitkan dalam “Journal of the American Medical Association” (20 Februari 1981) yang berisi sebuah artikel dengan judul “Rubella Vaccine in Suspectible Hospital Employees, Poor Physician Participation”. Dalam artikel itu disebutkan bahwa jumlah partisipan terendah dalam imunisasi campak terjadi di kalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada para pakar obstetrik, dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang lebih 90% pakar obstetrik dan 66% parak pediatrik menolak suntikan vaksin rubella.

Lalu mengapa bisa hal itu terjadi? Apa rahasia di balik vaksin dan imunisasi?
Menurut penelitian saya tentang imunisasi yang telah saya lakukan sejak beberapa tahun lalu. Saya berusaha mengaitkannya dengan metode ilmu genetik dalam Islam yang sedikit telah saya pahami.
Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini (terutama negara muslim, negara dunia ketiga, dan negara berkembang), adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus di negara-negara tersebut.
Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita tau bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita penyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut. Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA sang inang dari tempat virus dibiakkan tersebut.
Pernahkah anda berpikir apabila DNA orang asing ini tercampur dengan bayi yang masih dalam keadaan suci?
DNA adalah berisi cetak biru atau rangkuman genetik leluhur-leluhur kita yang akan kita warisi. Termasuk sifat, watak, dan sejarah penyakitnya.
Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tau asal usul dan wataknya bila tercampur dengan bayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut.
Pernahkan anda terpikir apabila sang inang vaksin tersebut dipilih dari orang-orang yang terbuang, kriminal, pembunuh, pemerkosa, peminum alkohol, dan sebagainya?
Dari banyak sumber yang saya dengar selama ini, penelitian tentang virus dilakukan kepada para narapidana untuk menghemat biaya penelitian, atau malah mungkin hal itu disengaja?

Zat-zat kimia berbahaya dalam vaksin.
Vaksin mengandung substansi berbahaya yang diperlukan untuk mencegah infeksi dan meningkatkan performa vaksin. Seperti merkuri, formaldehyde, dan aluminium, yang dapat membawa efek jangka panjang seperti keterbelakangan mental, autisme, hiperaktif. alzheimer, kemandulan, dll. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah anak autis meningkat dari antara 200 – 500 % di setiap negara bagian di Amerika.

Babi dalam Vaksin.
Penggunaan asam amino binatang babi dalam vaksin bukanlah berita yang baru. Bahkan kaum Muslim dan Yahudi banyak yang menentang hal ini karena babi memang diharamkan, seperti tertuang dalam Qur’an ayat berikut :

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Qur’an surah Al-Maidah (5) ayat 3
Bahkan dalam Perjanjian Lama (Taurat) juga disebutkan :

“Jangan makan babi. Binatang itu haram karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tidak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram.”
Imamat 11 : 7-8

Lalu mengapa Allah mengharamkan Babi?
1. Asam Amino manusia yang hanya sedikit berbeda dari binatang babi.
Asam amino adalah salah satu penyusun protein pada makhluk hidup. Jika kita melihat insulin pada manusia dan babi, maka hanya akan terpaut satu daripada babi. Berikut penjelasannya :

Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7
Insulin babi : C257H383N65O77S6 MW=5777,6
Penjelasan : hanya 1 asam amino berbeda

Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7
Insulin sapi : C254H377N65O75S6 MW=5733,6
Penjelasan : ada 3 asam amino berbeda
Para produsen vaksin mengatakan bahwa jika menggunakan asam amino babi, maka mereka tidak memerlukan banyak proses penelitian lagi karena hanya terpaut satu asam amino. Berbeda dengan sapi yang terpaut 3 asam amino.

“Secara chemisty, DNA manusia dan babi hanya beda 3 persen. Aplikasi teknologi transgenetika membuat organ penyusun tubuh babi akan semakin mirip dengan manusia.”
~ Dr. Muladno, ahli genetika molekuler di Fakultas Peternakan ITB
Tapi sayangnya mereka lupa jika asam aminonya hampir identik berarti sama saja kita memakan daging manusia (kanibal), dan telah jelas bahwa kanibal dapat menyebabkan penyakit-penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan, termasuk penyakit syaraf dan lain-lain.
Di China, terdapat sebuah desa yang gemar memakan daging manusia yang melintas di desanya, yang kemudian digunakan untuk sebuah perayaan. Mereka mengatakan bahwa rasa daging manusia mirip dengan rasa daging babi.
2. Sifat babi yang buruk dapat menurun kepada manusia yang memakannya.
Seorang Imam Muslim bersama kawannya orang barat pernah melakuak test kepada 3 ekor babi dan 3 ekor ayam, masing masing adalah 2 jantan dan 1 betina. Dan hasilnya adalah :
Ketika 2 ekor ayam jantan dan 1 ayam betina dilepas, maka 2 ayam jantan tersebut bertarung hingga satu tewas/kalah untuk merebutkan betina. Namun apa yang terjadi ketika 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina dilepas ? ternyata babi jantan yang satu membantu yang lain untuk melaksanakan hajat seksualnya pada si betina.
Dan sang Imam berkata, “Inilah ! Daging babi itu membunuh ‘ghirah’ (rasa cemburu) orang yang memakannya dan ini terjadi pada kaum kalian.”
Beberapa penelitian di barat juga banyak yang menyatakan bahwa memakan babi dapat mempengaruhi watak, resiko perselingkuhan, dan hasrat seksual yang melebihi ambang batas kewajaran sebagai manusia.
3. Tubuh babi dapat mengubah virus jinak menjadi ganas.
Babi memiliki berbagai reseptor dalam tubuhnya yang dapat menjadikan virus jinak yang masuk ke dalam tubuh babi kemudian keluar dalam keadaan ganas, diantaranya reseptor yang sangat dikenal para ilmuwan adalah reseptor alfa 2,6 sialic acid untuk mengikat influenza manusia dan 2,3 sialic acid untuk mengikat virus influenza unggas. Virus-virus yang terikat ke dalam reseptor tersebut kemudian dapat berubah menjadi ganas. Selain itu reseptor-reseptor itu juga dapat mengikat dua jenis virus yang memiliki sifat yang berbeda, untuk kemudian di mixing menjadi satu virus ganas yang memiliki 2 sifat.
4. Banyaknya penyakit dalam tubuh Babi
Kita sudah mengetahui sejak Sekolah Dasar dahulu bahwa babi mengandung cacing pita yang sangat berbahaya. Cacing pita bahkan dapat mengganggu sistem syaraf dan dapat masuk hingga otak manusia. Selain cacing pita masih banyak penyakit lainnya yang disebabkan oleh babi melalui bakteri, karena kebiasaannya yang senang memakan kotoran, bahkan kotorannya sendiri.
5. Sifat aneh babi lainnya.
“Babi mempunyai sifat kembar antara binatang buas dan binatang jinak. Sifatnya yang menyerupai binatang buas adalah karena ia bertaring dan suka makan bangkai, sedangkan sifatnya yang menyerupai binatang jinak ialah karena ia berceracak dan makan rumput serta dedaunan lainnya.
Babi memiliki syahwat yang amat kuat, hingga pada saat ia kawin (bersetubuh), pejantan bertengger di atas betinanya yang berjalan bermil-mil jauhnya. Pejantannya mengejar-ngejar betina demikian kasar hingga terjadi perkelahian yang mungkin menewaskan salah satu atau menewaskan kedua-duanya.
Satu kali mengandung, babi betina dapat melahirkan dua puluh ekor anak. Pejantan mulai kawin bila telah berumur 8 bulan, sedangkan betinanya mulai melahirkan bila telah mencapai umur 6 bulan. Di beberapa negeri, babi kawin pada umur 4 bulan, betinanya mulai bunting setelah dikawini dan akan melahirkan setelah bunting selama enam atau tujuh bulan. Babi betina yang telah mencapai umur 15 tahun tidak dapat beranak. Jenis binatang ini adalah yang paling banyak mempunyai keturunan. Babi jantan merupakan binatang jantan yang paling tahan lama bertengger di atas betinanya (kawin).
Yang mengherankan, jika sebelah matanya dicungkil ia segera mati. Babi memiliki kesamaan dengan manusia, yaitu kulitnya tidak dapat dikelupas kecuali jika dipotong lebih dulu daging yang berada di bawahnya.”
~ Kamal al-Din Muhammad ibn Musa al-Damiri, dalam Kitabul-Hayawan Al-Kubra

Bencana akibat vaksin yang tidak pernah dipublikasikan.

* Di Amerika pada tahun 1991 – 1994 sebanyak 38.787 masalah kesehatan dilaporkan kepada Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA. Dari jumlah ini 45% terjadi pada hari vaksinasi, 20% pada hari berikutnya dan 93% dalam waktu 2 mgg setelah vaksinasi. Kematian biasanya terjadi di kalangan anak anak usia 1-3 bulan.
* Pada 1986 ada 1300 kasus pertusis di Kansas dan 90% penderita adalah anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi ini sebelumnya. Kegagalan sejenis juga terjadi di Nova Scotia di mana pertusis telah muncul sekalipun telah dilakukan vaksinasi universal.
* Jerman mewajibkan vaksinasi tahun 1939. Jumlah kasus dipteri naik menjadi 150.000 kasus, di mana pada tahun yang sama, Norwegia yang tidak melakukan vaksinasi, kasus dipterinya hanya sebanyak 50 kasus.
* Penularan polio dalam skala besar, menyerang anak-anak di Nigeria Utara berpenduduk muslim. Hal itu terjadi setelah diberikan vaksinasi polio, sumbangan AS untuk penduduk muslim. Beberapa pemimpin Islam lokal menuduh Pemerintah Federal Nigeria menjadi bagian dari pelaksanaan rencana Amerika untuk menghabiskan orang-orang Muslim dengan menggunakan vaksin.
* Tahun 1989-1991 vaksin campak ”high titre” buatan Yugoslavia Edmonton-Zagreb diuji coba pada 1500 anak-anak miskin keturunan orang hitam dan latin, di kota Los Angeles, Meksiko, Haiti dan Afrika. Vaksin tersebut sangat direkomendasikan oleh WHO. Program dihentikan setelah di dapati banyak anak-anak meninggal dunia dalam jumlah yang besar.
* Vaksin campak menyebabkan penindasan terhadap sistem kekebalan tubuh anak-anak dalam waktu panjang selama 6 bulan sampai 3 tahun. Akibatnya anak-anak yang diberi vaksin mengalami penurunan kekebalan tubuh dan meninggal dunia dalam jumlah besar dari penyakit-penyakit lainnya WHO kemudian menarik vaksin-vaksin tersebut dari pasar di tahun 1992.
* Setiap program vaksin dari WHO di laksanakan di Afrika dan Negara-negara dunia ketiga lainnya, hampir selalu terdapat penjangkitan penyakit-penyakit berbahaya di lokasi program vaksin dilakukan. Virus HIV penyebab Aids di perkenalkan lewat program WHO melalui komunitas homoseksual melalui vaksin hepatitis dan masuk ke Afrika tengah melalui vaksin cacar.
* Desember 2002, Menteri Kesehatan Amerika, Tommy G. Thompson menyatakan, tidak merencanakan memberi suntikan vaksin cacar. Dia juga merekomendasikan kepada anggota kabinet lainnya untuk tidak meminta pelaksaanaan vaksin itu. Sejak vaksinasi massal diterapkan pada jutaan bayi, banyak dilaporkan berbagai gangguan serius pada otak, jantung, sistem metabolisme, dan gangguan lain mulai mengisi halaman-halaman jurnal kesehatan.
* Kenyataannya vaksin untuk janin telah digunakan untuk memasukan encephalomyelitis, dengan indikasi terjadi pembengkakan otak dan pendarahan di dalam. Bart Classen, seorang dokter dari Maryland, menerbitkan data yang memperlihatkan bahwa tingkat penyakit diabetes berkembang secara signifikan di Selandia Baru, setelah vaksin hepatitis B diberikan secara massal di kalangan anak-anak.
* Melaporkan bahwa, vaksin meningococcal merupakan ”Bom waktu bagi kesehatan penerima vaksin.”
* Anak-anak di Amerika Serikat mendapatkan vaksin yang berpotensi membahayakan dan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Berbagai macam imunisasi misalnya, Vaksin-vaksin seperti Hepatitis B, DPT, Polio, MMR, Varicela (Cacar air) terbukti telah banyak memakan korban anak-anak Amerika sendiri, mereka menderita kelainan syaraf, anak-anak cacat, diabetes, autis, autoimun dan lain-lain.
* Vaksin cacar dipercayai bisa memberikan imunisasi kepada masyarakat terhadap cacar. Pada saat vaksin ini diluncurkan, sebenarnya kasus cacar sudah sedang menurun. Jepang mewajibkan suntikan vaksin pada 1872. Pada 1892, ada 165.774 kasus cacar dengan 29.979 berakhir dengan kematian walaupun adanya program vaksin.
* Pemaksaan vaksin cacar, di mana orang yang menolak bisa diperkarakan secara hukum, dilakukan di Inggris tahun 1867. Dalam 4 tahun, 97.5& masyarakat usia 2 sampai 50 tahun telah divaksinasi. Setahun kemudian Inggris merasakan epidemik cacar terburuknya dalam sejarah dengan 44.840 kematian. Antara 1871 – 1880 kasus cacar naik dari 28 menjadi 46 per 100.000 orang. Vaksin cacar tidak berhasil.
* Dan masih banyak lagi.

Mengapa vaksin gagal melindungi terhadap penyakit?
Walene James, pengarang buku Immunization: the Reality Behind The Myth, mengatakan respon inflamatori penuh diperlukan untuk menciptakan kekebalan nyata.
Sebelum introduksi vaksin cacar dan gondok, kasus cacar dan gondok yang menimpa anak-anak adalah kasus tidak berbahaya. Vaksin “mengecoh” tubuh sehingga tubuh kita tidak menghasilkan respon inflamatory terhadap virus yang diinjeksi.
SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) naik dari 0.55 per 1000 orang di 1953 menjadi 12.8 per 1000 pada 1992 di Olmstead County, Minnesota. Puncak kejadian SIDS adalah umur 2 – 4 bulan, waktu di mana vaksin mulai diberikan kepada bayi. 85% kasus SIDS terjadi di 6 bulan pertama bayi. Persentase kasus SIDS telah naik dari 2.5 per 1000 menjadi 17.9 per 1000 dari 1953 sampai 1992. Naikan kematian akibat SIDS meningkat pada saat hampir semua penyakit anak-anak menurun karena perbaikan sanitasi dan kemajuan medikal kecuali SIDS.
Kasus kematian SIDS meningkat pada saat jumlah vaksin yang diberikan kepada balita naik secara meyakinkan menjadi 36 per anak.
Dr. W. Torch berhasil mendokumentasikan 12 kasus kematian pada anak-anak yang terjadi dalam 3,5 – 19 jam paska imunisasi DPT. Dia kemudian juga melaporkan 11 kasus kematian SIDS dan satu yang hampir mati 24 jam paska injeksi DPT. Saat dia mempelajari 70 kasus kematian SIDS, 2/3 korban adalah mereka yang baru divaksinasi mulai dari 1,5 hari sampai 3 minggu sebelumnya.
Tidak ada satu kematian pun yang dihubungkan dengan vaksin. Vaksin dianggap hal yang mulia dan tidak ada pemberitaan negatif apapun mengenai mereka di media utama karena mereka begitu menguntungkan bagi perusahaan farmasi.
Ada alasan yang valid untuk percaya bahwa vaksin bukan saja tak berguna dalam mencegah penyakit, tetapi mereka juga kontraproduktif karena melukai sistem kekebalan yang meningkatkan resiko kanker, penyakit kekebalan tubuh, dan SIDS yang menyebabkan cacat dan kematian.

Lalu adakah imunisasi yang benar menurut Islam?
Ada! Bahkan Rasulullah sendiri yang mengajarkan dan merekomendasikannya.
Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti Abi Bakr
Dari Asma’ binti Abu Bakr bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekah mengatakan, “Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.
Dalam shahihain -Shahih Bukhari dan Muslim- dari Abu Musa Al-Asy’ariy, “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma.” dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan: “maka beliau SAW mendoakan kebaikan dan memdoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”
Ibu saya pernah mengatakan bahwa bayi dilahirkan dalam keadaan kekurangan glukosa. Bahkan apabila tubuhnya menguning, maka bayi tersebut dipastikan membutuhkan glukosa dalam keadaan yang cukup untuknya. Bobot bayi saat lahir juga mempengaruhi kandungan glukosa dalam tubuhnya.
Pada kasus bayi prematur yang beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100 ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml.
Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah.
Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, seperti bayi menolak untuk menyusui, otot-otot bayi melemas, aktivitas pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang.
Terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti insomnia, lemah otak, gangguan syaraf, gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya.
Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.
Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat.
Disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi.
Tahnik sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang beriman kepada Allah, atau dapat pula dilakukan ayah atau ibu sang bayi.

Penutup
Imunisasi yang selama ini digembar-gemborkan oleh Zionis dapat berdampak kepada masalah yang sangat serius bagi kehidupan penduduk dunia. Mereka yang bertujuan untuk menjadikan ras lainnya berada di bawah kekuasaan mereka dengan berbagai cara. Sudah cukup adik laki-laki saya yang menjadi korban konspirasi imunisasi ini. Kini saatnya kita membuka mata dan bertanya pada hati nurani kita dengan berbagai propaganda yang mereka lakukan.
Bahkan Allah telah menyuruh kita berhati-hati terdadap berita dari mereka :
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
Qur’an surah Al-Hujuraat (49) : 6
sumber : http://www.globalmuslim.web.id/2011/02/bahaya-besar-imunisasi-vaksinasi.html

10 Ciri Guru Profesional

1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif,  membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.

5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi  panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga  memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9. Selalu memberikan yang terbaik  untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan  mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.
Disarikan dari situs Apple for the teacher

7 Cara Menjadi Guru yang Profesional dalam Bersikap

1.      Anda sedang berada diruang guru untuk beristirahat atau sekedar berkumpul dengan rekan sejawat? Sedikit demi sedikit ubah kebiasaan untuk membicarakan hal dan topik diluar areal kita sebagai pendidik professional. Pertama kali anda mungkin akan dianggap aneh, namun sebagai guru jangan khawatir dianggap aneh jika yang kita maksudkan adalah demi perbaikan pola pikir dalam bersikap dan berkarier. Sekarang mana yang lebih penting, membicarakan gosip artis terbaru atau menganalisa pola pikir pemilih pemula dalam pemilu yang baru lalu yang nota bene adalah siswa-siswi kita? Tidak itu saja banyak topik yang jika kita renungkan, tidak layak didiskusikan oleh guru sebagai pendidik. Jika anda masih merasa sulit untuk melakukan hal diatas, caranya gampang, cukup cari bacaan yang bermanfaat, bacalah maka anda akan terhindar dari pembicaraan yang sia-sia di ruang guru.
2.      Jika anda punya rekan baru, bimbinglah dan berikan support dan dukungan untuk maju dengan cara selalu berkomentar positip untuk hal-hal yang dilakukannya. Tempatkan diri anda pada dirinya, maka anda akan menjadi rekan kerja yang supportif dan mau mengerti.
3.      Saat rapat, usahakan lah memberikan ide yang terbaik, masalahnya bukan pada diterima atau tidak, tapi sudahkah anda belajar meyakinkan orang lain bahwa ide andalah yang terbaik. Hal yang terbaik ketika meyakinkan rekan sekerja adalah dengan menggunakan data yang berupa hasil riset.
4.      Jadilah guru yang berpikiran terbuka atas ide atau pendapat orang lain, menyadari kelemahan dan kekuatan diri kita sendiri, dijamin makin hari wawasan dan kualitas diri kita sebagai guru akan bertambah.
5.      Ciptakan jaringan bagi diri sendiri yang membuat anda semakin hari berubah kearah guru yang lebih baik. Gunakan situs pertemanan seperti facebook untuk membuat jaringan pada pribadi-pribadi yang membuat anda bersemangat untuk maju. Jangan gunakan situs pertemanan untuk pelarian ketika anda mempunyai masalah dengan rekan sekerja di sekolah. Sambil berusaha sedikit demi sedikit menyelesaikan hal yang mungkin menjadi ganjalan , buktikan bahwa jika anda tidak mendapatkan support yang baik disekolah anda bisa mendapatkannya dengan bantuan teknologi.
6.      Semua guru berbeda, seperti juga terhadap siswa, sebagai rekan kita semestinya menjadikan perbedaan itu sebagai anugrah. Dengan menyadari perbedaan, pikiran kita akan lebih cepat terbuka ketika menerima kritik, masukan dan ide dari rekan sekerja. Saat yang sama kita menjadi lebih jujur mengenai kelebihan dan tidak malu mengatakan kekurangan sebagai pribadi.
7.      Jangan takut untuk dibicarakan oleh orang lain ‘dibelakang’. Terkadang sebagai guru, hanya karena takut dibicarakan orang lain dibelakang, guru menjadi malas untuk berinovasi dan melakukan sesuatu dengan cara yang kreatif dan beda. Padahal jika sebagai guru, kita yakin bahwa hal yang kita lakukan demi kebaikan siswa, untuk apa pusing mendengarkan pendapat orang lain. Mari mensucikan niat bahwa semua hal yang terbaik yang kita lakukan adalah demi mempersiapkan masa depan siswa, bukan demi karier, demi dipuji rekan, atasan dan orang tua siswa.
sumber : 
http://gurukreatif.wordpress.com/2009/04/13/7-cara-menjadi-guru-yang-profesional-dalam-bersikap/

KEWAJIBAN SUAMI SAAT ISTRI HAMIL


Sahabat blogger Indonesia Optimis, setiap keluarga tentu mempunyai permasalahan yang beragam, baik suami istri maupun tentang anak-anak dan keluarga besar lainnya. Mari mencoba sedikit membahas salah satunya, seputar suami istri khususnya saat sang istri tengah berbadan dua. Simak pertanyaan dan jawaban yang ada. Semoga bermanfaat.


Pertanyaan
Berikut pertanyaan rubrik konsultasi keluarga majalah LAZIS Jateng.
  1. Ustadz apa saja kewajiban suami saat istri sedang hamil?
  2. Apakah istri dianggap dzolim ketika suami membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab istri tanpa dasar paksaan?
  3. Bagaimana hukum uang gaji seorang istri yang diberikan kepada suaminya untuk membantu keuangan keluarganya?
  4. Apakah semua kewajiban suami yang sedang sakit berbulan-bulan otomatis beralih ke istri?
  5. Bagaimana cara agar rasa saling memahami bisa tumbuh subur dalam keluarga?
jazakumullah khoiron katsir atas kerjasama ustadz. Kami tunggu jawaban segera dari ustadz,
Wassalamu`alaikum wr wb
Jawaban :
Wa’alaikum salam warohmatullahi wa barokatuh.
Kami ucapkan terima kasih atas pertanyaannya yang begitu mendetil, menunjukkan semangat dalam mencari ilmu dan mengamalkannya. Lika-liku kehidupan keluarga memang senantiasa menyisakan permasalahan dan pertanyaan. Mari mencoba menelisiknya dengan sederhana sesuai kemampuan saya yang terbatas.

Pertama tentang kewajiban suami saat istri sedang hamil.
Secara umum suami istri dalam kondisi apapun haruslah berfungsi sebagai pakaian satu sama lainnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman : “ mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka” (QS Al-Baqoroh 187).  Pakaian mempunyai fungsi perlindungan fisik maupun psikis. Tanpa pakaian seseorang akan kedinginan, dan lebih dari itu tentu malu bukan kepalang. Begitu pula seorang suami, memberikan perlindungan fisik dan psikis kepada suaminya. Terlebih dimasa hamil yang bagi seorang perempuan bukan hanya menderita secara fisik, tetapi juga psikis. Selain kepayahan, terkadang para ibu hamil merasa ‘jelek’ secara penampilan.

Maka inilah tugas para suami, memastikan agar kondisi istri tetap fit dan sehat dalam menghadapi persalinan. Upaya sederhananya dari mulai mengontrol kesehatan secara teratur di dokter dan bidan, ataupun menemani sang istri jalan-jalan di pagi hari. Secara psikis, sang suami berkewajiban membesarkan hati sang istri agak lebih siap menghadapi persalinan, selain tentu saja dengan mengingatkan untuk tetap mendekatkan diri dan tawakkal kepada Allah SWT.

Kedua, anggapan istri dianggap dzolim saat suami membantu pekerjaan rumah
Anggapan diatas salah dan memalukan. Islam tidak pernah sama sekali mengajarkan bahwa para suami adalah raja yang senantiasa ongkang-ongkang dalam rumah tangga. Bahkan Rasulullah SAW sendiri saat dirumah melakukan banyak hal sebagaimana orang lainnya.

Suatu hari Aisyah pernah ditanya, apa yg dikerjakan Rasulullah di rumah? Dijawabnya " seperti layaknya manusia biasa. Beliau menambal bajunya sendiri, memerah susu kambingnya sendiri,dan mengerjakan sendiri pekerjaan rumahnya" (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Rasulullah SAW manusia yang paling mulia dengan kesibukan dakwah yang luar biasa, ternyata juga melakukan banyak hal-hal teknis dan sederhananya di rumahnya. Jadi tidak ada alasan sibuk bagi para suami sehingga enggan membantu istrinya di rumah.  Lebih baik lagi, jika pekerjaan itu dilakukan bersama –pada waktu liburan misalnya- maka insya Allah akan bertambah kecintaan antara mereka berdua.

Ketiga, hukum uang gaji seorang istri yang diberikan kepada suaminya untuk membantu keuangan keluarganya?
Hukumnya boleh dan itu menunjukkan kemuliaan dan kemurahan hati sang istri. Suami bukan termasuk tanggungan nafkah bagi sang istri, karenanya boleh sedekah – bahkan zakat sekalipun- kepada suami. Diriwayatkan bahwa seorang shohabiyah Zaenab bertanya : “Wahai Rosululloh, engkau tadi memerintahkan untuk bershodaqoh, sedangkan saya memiliki perhiasan , dan saya kepingin menshodaqohkannya, namun Ibnu Mas’ud (suamiku) mengatakan bahwa dia dan anaknya lebih berhak untuk diberi harta shodaqoh tersebut.”Maka Rasululloh bersabda : “ Ibnu Mas’ud benar, suami dan anakmu lebih berhak engkau beri shodaqoh.” (HR. Bukhori).

Namun yang menjadi catatan penting, bahwa istri juga harus terus memotivasi sang suami untuk bekerja lebih keras dan sungguh agar mampu menopang kebutuhan keluarga, tanpa bergantung dari sedekah sang istri.

Keempat : Apakah semua kewajiban suami yang sedang sakit berbulan-bulan otomatis beralih ke istri?
Hubungan keluarga semestinya tidak dilihat secara hitam dan putih, yaitu membedakan secara garis tegas antara kewajiban dan hak baik suami dan istri. Ini adalah sebuah hubungan mistaqon gholidzo yang tidak terbatasi dengan aturan-aturan yang saklek, tapi mempertimbangkan sisi psikologis, perasaan, ketenangan dan juga saling ketergantungan. Jadi, jika ada suami yang sakit berbulan-bulan sekalipun, rasa cinta dan kasih sayang seorang istri pasti akan menuntunnya untuk mencari solusi yang tepat bagi suami dan anak-anaknya. Ia bisa jadi bekerja, berhutang, berdagang atau apapun dan itu dilakukan dengan sepenuh cinta dan pengharapan atas kesembuhan suaminya, bukan sekedar embel-embel ‘kewajiban’ dan tanggung jawab semata. Jadi mari kita lihat dari kacamata yang lebih manusiawi.  Ini dalam konteks suami istri, sementara secara umum antara kaum muslimin dan mukminat juga senantiasa diminta untuk bahu membahu bukan ?
Firman Allah SWT : “ dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain (QS At-Taubah : 71)

Kelima, Bagaimana cara agar rasa saling memahami bisa tumbuh subur dalam keluarga?
Pertanyaan yang singkat tapi membutuhkan jawaban yang bisa sangat panjang. Untuk memahami karakter seseorang, dalam logika Umar bin Khotob bisa melalui tiga hal : yaitu bepergian bersama, mabit atau menginap bersama, dan ketiga melakukan transaksi bersama. Dari tiga hal ini seseorang akan muncul watak aslinya, sehingga bisa menjadi bahan untuk saling memahami dan mengenal lebih mendalam.

Dalam kaitan suami istri, sebenarnya saling memahami semestinya akan muncul begitu saja sesuai dengan berjalannya waktu. Hari demi hari akan muncul hal-hal dan watak asli sang suami maupun istri, baik yang baik maupun yang buruk. Disinilah perlu permakluman dan kesadaran akan kekurangan dan kelebihan setiap orang. Tidak sombong mengakui jika bersalah, dan juga tidak pelit untuk memuji kelebihan pasangannya.

Satu langkah efektif untuk saling memahami adalah dengan memperlebar jalur komunikasi antar suami istri, baik secara kualitas maupun kuantitas. Dengan berterus terang mengemukakan apa ganjalan di hati, maka ancaman ‘gagal komunikasi’ akan semakin bisa kita jauhi. Cari peluang dan kesempatan untuk terus membina komunikasi yang super antara suami istri. Semoga sukses. Wallahu a’lam bisshowab
sumber : http://www.indonesiaoptimis.com/2011/03/apa-kewajiban-suami-saat-istri-hamil.html

Inilah Peran Wanita dalam Keuangan Keluarga ( Bagian 1 )

Adalah kenyataan yang tidak bisa dibantah hari ini, bahwa begitu banyak wanita yang tampil menjadi manager keuangan rumah tangganya. Bukan hanya mengelola, tapi bisa jadi turut serta menjadi sumber pendapatan keluarga dengan cara yang beragam. Tuntutan zaman saat ini memang begitu kompleks, sehingga kaum wanita terpaksa ‘bekerja keras’ untuk berbagi peran dalam keluarga, dan sebagai profesional di luar rumah.

Dalam sebuah keluarga, masalah keuangan masuk dalam kategori urat nadi kehidupan bahtera rumah tangga. Cinta dan kasih sayang -apalagi jika sekedar diucapkan- tak akan pernah bisa menggantikan sepiring nasi bagi sang istri, dan segelas susu bagi anak-anak. Karenanya bagi para suami, cinta dan kasih sayang harus diikuti perasaan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Banyak permasalahan keluarga berawal dari keuangan. Dari mulai suami yang pelit, atau istri yang boros, hingga masalah subsidi kepada mertua yang tidak pernah disepakati dari waktu ke waktu. Apalagi jika istri kemudian bekerja dan terlampau banyak di luar rumah, dan juga penghasilan jauh lebih besar dari sang suami. Belum lagi misalnya suami atau istri menganut madzhab PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) dalam pekerjaannya. Maka masalah demi masalah akan terus menggelayuti, dan ini sama sekali tidak kita inginkan bukan ?

Mari kita mengambil bagaimana inspirasi Islam dalam mewarnai kehidupan rumah tangga kita, khususnya terkait persoalan keuangan dan apa sajakah  peran seorang wanita di dalamnya.

Pertama : Memotivasi Suami untuk Semangat Bekerja

Rasa cinta kadang membuat beberapa pasangan di awal rumah tangganya terlihat begitu manja. Sang istri pun begitu berat melepas suami saat berangkat kerja. Serangkaian pesan-pesan yang mungkin terlihat menjemukan akan muncul berulang-ulang setiap pagi. Misalnya : “ nanti pulang jam berapa ya ? jangan lama-lama di kantor !” atau mungkin “ jangan lupa telepon ! “. Ini seolah terlihat ringan begitu saja, tetapi terkadang terdengar begitu mengikat bagi sang suami. Konsentrasi kerja terpecah dan itu bukan sebuah kabar baik bagi  manajemen di kantornya bukan ?

Ada juga yang mendapatkan suami pemalas luar biasa. Karakter warisan dari keluarga sebelumnya sebagai ‘anak mama’ tidak bisa begitu saja dihilangkan. Maka bisa jadi para istri mendapati suaminya malas untuk berangkat kerja, atau terbebani dengan pekerjaan  mereka di kantor. Nah saatnya peran seorang istri dijalankan, untuk memotivasi suami agat terus bekerja dan berusaha, atau mencari peluang-peluang lain yang lebih menghasilkan. Tidak ada menyerah bagi para suami untuk mencari pekerjaan, selagi ada istri yang terus menguatkan dan bukan melemahkan.

Seorang istri juga dituntut untuk mengembalikan kesegaran suami saat seharian beraktifitas di luar rumah. Dunia pekerjaan memang begitu melelahkan. Kerja otak dan kerja badan sama-sama melumpuhkan energi di akhir hari. Karenanya, sambutan hangat, senyuman tulus dan pelukan mesra akan sangat membantu memulihkan semangat sang suami.  Suguhan hangat kesukaan suami juga akan menjadikan kesempurnaan sambutan para istri di hari itu.

Mari mengambil inspirasi dari sebuah kisah islami yang menggugah.Syaikh Muhammad Utsman al-Khusyt dalam Al-Masyakil Az-Zaujiyah wa Hululuha menuliskan kisah tersebut. Ini adalah kisah dari Rasullah kepada para sahabatnya.  Rasulullah menceritakan tentang sosok istri seorang pencari kayu bakar yang menjadi ahli surga, karena perlakuannya terhadap suaminya. Ketika ditanyakan apa yang telah dia lakukan, wanita itu berkata :

“Apabila suamiku pergi mencari kayu bakar aku merasakan betapa beratnya ia mencari nafkah. Aku merasakan betapa ia haus di pegunungan. Untuk itulah setiap ia pulang, aku selalu menyediakan air dingin yang langsung diminumnya begitu ia pulang. Aku menyusun dan mengatur rumah serapi mungkin. Aku menyediakan makan untuknya. Aku memakai pakaian terbaik yang aku miliki untuk menyambut kedatangannya. Saat masuk rumah, aku menciumnya penuh kerinduan. Aku serahkan jiwa ragaku untuknya.Aku menyiapkan jika ia ingin beristirahat dan aku selalu berada di dekatnya, sehingga setiap saat jika ia menginginkanku aku ada disampingnya.”
sampaikan pula pesan dan kabar gembira dari Rasulullah SAW kepada para suami yang datang dengan segurat lelah menghiasi wajah, bahwa ada kemuliaan lain yang menjanjikan harapan. Rasulullah SAW bersabda :  Barang siapa yang sore hari duduk kelelahan lantaran pekerjaan yang telah dilakukannya, maka ia dapatkan sore hari tersebut dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. (HR. Thabrani)
sumber : http://www.indonesiaoptimis.com/2011/02/inilah-peran-wanita-dalam-keuangan.html

Kuliah : Cari Ilmu atau Harta

Ada sebuah gambaran nyata yang menarik. Saya pernah mendengar seseorang menceritakan tentang seorang Ibu di Surabaya yang melarang anak-anaknya untuk bersekolah, apalagi kuliah. Alasan sederhananya adalah, kalau intinya adalah mencari harta maka sekolah itu tidak efektif, lebih baik mereka langsung terjun di lapangan, berdagang dan lambat laun akan menjadi kaya. Alasan kedua yang diberikan ibu itu justru jauh lebih mengerikan. Ia mengatakan lebih baik jadi orang kaya dari pada jadi orang berilmu, karena orang kaya bisa 'membeli' orang berilmu ! Sementara orang berilmu tidak bisa membeli orang kaya ! wah…wah….ck.ck.ck Seperti itulah doktrin sang ibu. Jadi yang penting adalah kaya, urusan ilmu bisa dibeli dari 'orangnya'.
Logika sederhana yang memang ada dalam realita kita. Urusan membeli orang pinter setiap hari ada di berita-berita. Seperti kasus tersangka korupsi yang pura-pura sakit menjelang persidangan, atau kasus-kasus lainnya. Betapa banyak orang-orang kaya itu memesan surat keterangan, surat penangguhan penahanan dan seterusnya pada orang-orang yang semestinya berilmu. Betapa banyak dokter, jaksa, hakim, juga birokrat yang berilmu tinggi, tapi berhasil 'terbeli' oleh beberapa puluh atau ratus juta rupiah. Ini realita yang cukup dilematis, antara pilih kaya atau pilih ilmu.
Kisah nyata yang lain : Sekitar bulan Agustus 2007 lalu, saya membaca sebuah berita menarik dari sebuah harian ibu kota. Dua orang kakak beradik yang sama-sama berilmu, dengan gelar doktor di depan nama masing-masing mendapat penghargaan langsung dari Presiden SBY karena pengabdian mereka pada negara. Saya lupa nama mereka, tapi saya ingat persis jabatan apa yang mereka sandang di pemerintahan ini. Kakak beradik itu menjadi orang nomor satu di instituti pemerintahan ternama, yang pertama sebagai Ketua LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan yang kedua sebagai ketua Lembaga Otorita Batam (kalau tidak salah).
Saya yakin keduanya adalah orang yang berilmu, dan saya juga yakin bahwa mereka juga berkecukupan harta. Tapi yang membuat saya kagum adalah resep keberhasilan mereka dalam masalah ilmu dan juga harta. Mereka bercerita bahwa dahulu ibunda mereka (nah..lagi-lagi doktrin sang bunda) berpesan kepada keduanya yang intinya : Bersekolahlah kalian dengan sungguh-sungguh untuk mencari ilmu, niscaya urusan harta nanti akan mengikuti ilmu kalian !
Sebuah pesan sederhana dengan logika yang jauh berbeda dari kasus pertama. Yang pertama carilah harta, maka engkau akan mampu membeli orang berilmu. Sementara yang kedua, carilah ilmu, maka harta akan mengikutimu.

ANTARA KAYA DAN BERILMU DALAM ISLAM

Yah, inilah dunia di sekitar kita. Seandainya ada survei tentang alasan para mahasiswa kuliah atau mengambil jurusan tertentu, maka kemungkinan besar jawaban terbanyak adalah untuk mengejar potensi penghasilan di masa depan. Banyak orang tua yang bermimpi bahwa anaknya segera bisa lulus kuliah dan berpenghasilan untuk menegakkan ekonomi keluarga. Perkuliahan bagi banyak orang disekitar kita tidak lagi dianggap sebagai sarana mencari ilmu, tetapi sarana meraup gelar agak bisa segera bekerja
Kasus ketiga ini menarik karena seolah-seolah menjadi penengah antar kasus pertama dan kedua. Jika yang pertama, tidak perlu sekolah untuk cari harta. Sementara yang kedua adalah mencari ilmu dan akan mendapatkan harta dengan sendirinya. Maka yang ketiga ini adalah bersekolah, mencari ilmu tapi dengan niatan untuk mendapatkan harta !
Inilah realita dilematis yang harus dihadapi setiap orang saat ini ; antara cari harta ansich dengan merintis bisnis atau bekerja dari nol, atau kuliah untuk mencari ilmu dan memanfaatkannya, atau juga kuliah sebagai sarana mendapat gelar untuk bisa bekerja dan berpenghasilan di masa depannya. Bagaimana pandangan Islam menanggapi pandangan dilematis seperti ini ? Manakah yang lebih mulia dalam pandangan Islam ? orang kaya atau orang berilmu ?
Jika ditanyakan kepada seorang ustadz, manakah yang lebih penting dalam Islam menjadi orang kaya, atau menjadi orang berilmu ? Maka jawabannya juga tidak semudah yang Anda bayangkan. Meskipun sejatinya telah banyak kita paparkan dalil-dalil yang membuktikan kemuliaan orang berilmu, namun Islam juga menyimpan penghargaan tersendiri buat orang-orang kaya, tentu saja dengan syarat-syarat tertentu. Kapan orang kaya itu mendapat posisi yang terpuji dalam Islam ? Berikut beberapa hadits yang secara langsung membahas antara kaya dan berilmu.

Pertama : Ketika Kekayaan itu mempunyai support system berupa Ilmu

Dari Abi Kabsyah Al-Anshory, Rasulullah SAW bersabda : Perumpamaan umat ini seperti empat orang :
 Seorang laki-laki yang diberikan harta dan ilmu oleh Allah , maka dengan ilmunya ua menjalankan harta itu, menginfakkan hartanya sesuai hak-haknya.
 Seorang laki-laki yang diberikan ilmu tapi tidak diberi harta oleh Allah, maka ia mengatakan pada dirinya : Seandainya aku diberi harta sebagaimana orang pertama, niscaya aku akan melakukan sebagaimana apa yang ia lakukan (yaitu menginfakkan hartanya)
Maka Rasulullah SAW berkomentar tentang kedua orang tadi : " Mereka berdua sama dalam masalah pahalanya ". Kemudian beliau meneruskan …
 Seorang laki-laki yang diberikan harta tapi tidak diberi ilmu oleh Allah SWT, maka ia menyianyiakannya bahkan membelanjakannya tidak sesuai haknya (bermaksiat)
 Seorang laki-laki yang tidak diberikan harta dan tidak diberikan ilmu oleh Allah SWT, lalu ia mengatakan : seandainya aku memiliki apa yang dimiliki orang ketiga, niscaya aku akan melakukan sebagaimana yang ia lakukan.
Rasulullah SAW kemudian menambahkan : " Kedua orang tadi sama dalam masalah dosanya " . (HR Thobroni dan Baihaqi)
Sobat mahasiswa, hadits di atas secara umum sebenarnya menjelaskan tentang urgensi niat. Bahwasanya dengan niat yang baik akan mendapat pahala, dan sebaliknya niat yang buruk juga bisa berakibat dosa. Di sisi lain, hadits di atas mengisyaratkan beberapa hal tentang status si kaya dan si alim dalam Islam, antara lain :
a) Bahwa sangat ideal ketika kekayaan dan ilmu itu bertemu pada seseorang. Ia akan mempunyai nilai kemanfaatan yang begitu luas. Ia berinfak dengan hartanya, mengajarkan ilmunya, serta mengelola keuangannya dengan cara yang halal dan produktif.
b) Bahwasanya kekayaan itu tidak berarti apa-apa di sisi Allah SWT jika tidak didukung dengan ilmu pemiliknya. Karena ia akan menggunakannya dengan sia-sia, atau bahkan dalam kemaksiatan dan transaksi yang tidak halal. Kaya saja tidak dengan sendirinya bisa disebut mulia dan beruntung, tetapi harus didukung dengan ilmu. Hal ini bersesuaian dengan ajaran Islam yang tidak mengingkan kekayaan ada pada orang yang tidak berilmu.
Allah SWT berfirman : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang bodoh, harta yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan.(QS An-Nisa 5)
Dari Amru bin Ash, Rasulullah SAW bersabda : " Sebaik-baik harta adalah yang ada di tangan laki-laki shalih " ( HR Ahmad)
c) Bahwasanya ilmu tanpa kekayaan tetaplah mulia. Ia bisa terus mengajarkan kebaikan, dan juga meniatkan berbuat baik atau bersedekah ketika harta itu akhirnya datang juga.

Kedua : Sama-sama bolehnya iri dengan orang kaya dan orang berilmu

Dari Ibnu Mas'ud ra, Rasulullah SAW bersabda : " Tidak boleh iri (hasad) kecuali pada dua orang (yaitu) ; laki-laki yang diberikan harta oleh Allah, kemudian ia menggunakannya dengan baik dan benar, dan laki-laki yang diberikan hikmah (ilmu) oleh Allah, maka ia menghukumi dengannya dan mengajarkannya (HR Muttafaq 'alaih)
Hadits di atas sama-sama memotivasi kita untuk menjadi orang kaya di satu sisi, dan menjadi orang berilmu di sisi yang lain. Diawal hadits saja telah disebutkan dengan tegas, bolehnya iri atau ingin menjadi dua orang yang disebutkan di atas. Namun sekali lagi, kemuliaan ilmu dan kemuliaan harta ternyata juga harus diikuti dengan pemenuhan kewajiban-kewajibannya. Mempunyai ilmu harus berani mengajarkan, sementara mempunyai harta berarti harus berani menggunakannya di jalan yang benar serta menginfakkannya. Pada sisi ini, berarti antara kaya dan berilmu posisinya netral, sama-sama berpotensi untuk mulia, atau juga hina!

JANGAN GAK PD KALAU 'CUMA' GAK PUNYA HARTA !

Setelah pembahasan di atas, sebenarnya hampir bisa disimpulkan bahwa Islam memandang Kaya dan Ilmu adalah sarana untuk menjalankan kebaikan-kebaikan. Dengan ilmu ia bisa berdakwah, mengajarkan kebaikan, sedangkan dengan harta ia bisa berinfak dan menolong yang lainnya. Artinya, baik orang kaya maupun orang berilmu jika tidak mendatangkan manfaat, maka Islam tidak pernah memuji mereka.
Adapun jika tetap ada yang bertanya, mana yang lebih baik dari keduanya ? Ilmu atau harta ? Maka sebenarnya sudah banyak yang menjawab masalah ini, bahkan sahabat Ali bin Abi Thalib yang disebut 'pintunya ilmu' oleh Rasulullah SAW, pernah menyebutkan sebelas keunggulan ilmu atas harta. Sayang sekali saya tidak menemukan nash dari sumbernya yang paten. Jangan terburu khawatir, insya Allah kita masih bisa menganalisanya, seperti dibawah ini, yaitu keunggulan ilmu atas harta. Perlu dicatat, ini bukan berarti memprovokasi untuk menjadi orang miskin, tetapi menjadi orang berilmu. So, jadi salah paham.
Berikut beberapa keunggulan ilmu atas harta, dalam berbagai kalimat dan kesimpulan sederhana.
(1) Dalam ayat Al-Quran, ketika disebut ilmu atau orang berilmu, senantiasa diikuti dengan pujian bahkan penegasan tentang kemuliaan derajat mereka. Sebaliknya, ketika Al-Quran berbicara tentang harta dan orang kaya, biasanya diikuti dengan peringatan dan celaan.Bahkan secara tegas juga disebutkan bahwa harta itu adalah fitnah, ujian dan melalaikan.
(2) Dalam Hadits, warisan Nabi adalah ilmu, bukan harta. Dengan tegas disebutkan bahwa Nabi tidak mewariskan satu dinar bahkan satu dirham sekalipun, tetapi yang diwariskan pada umatnya adalah ilmu. Maka siapa yang tidak ingin menjadi pewaris Nabi ?
(3) Sebagaimana dalam hadits terdahulu disebutkan, bahwa kekayaan tanpa ilmu itu fitnah tiada guna, sedang ilmu tanpa kekayaan tetap mulia.
(4) Ilmu menjaga pemiliknya, sedangkan harta dijaga oleh pemiliknya.
(5) Ilmu ketika dikeluarkan akan bertambah, sedangkan harta ketika dikeluarkan maka secara dhohir pasti berkurang.
(6) Ilmu secara umum tidak bisa hilang kecuali karena pikun, gila atau kematian, sedangkan Harta bisa hilang dengan mudah jika tidak dijaga
(7) Ilmu mencarinya membutuhkan perjuangan yang berat. Karena perjuangan, kesungguhan dan waktu yang lama inilah maka menjadi orang berilmu adalah sebuah kemuliaan dan pahala yang besar. Sedangkan harta bisa di dapat dengan cepat, apakah dengan cara yang baik maupun buruk. Dalam satu malam orang bisa jadi milyader, tapi tidak ada dalam satu malam orang menjadi berilmu !
(8) Anjuran Islam untuk mencari ilmu dan bertanya kepada orang-orang berilmu, sedangkan kepada orang kaya, justru malah dianjurkan berhati-hati dan tidak berlebihan dalam bergaul dengan mereka. Di dalam hadits disebutkan bahwa : " mujalasah (duduk /berinteraksi) dengan ulama adalah ibadah ", sedangkan Rasulullah SAW pernah berpesan kepada istri beliau Aisyah ra , " Janganlah atau hati-hatilah engkau bergaul dengan orang-orang kaya ". (HR Tirmidzi). Begitupula Rasulullah SAW menyebutkan , " Jangan terlalu banyak mengunjungi orang-orang kaya, karena itu lebih mungkin akan membuatmu kurang mensyukuri nikmat Allah SWT"(HR Baihaqi dan Al-Hakim). Aun bin Abdullah mengatakan : "Aku bergaul dengan orang-orang kaya dan aku tidak melihat ada orang yang lebih obsesif kecuali diriku, aku melihat kuda yang lebih baik dari milikku, aku melihat baju yang lebih baik dari miliku. Kemudian aku bergaul dengan orang miskin, maka aku menjadi tenang ".
(9) Sejarah akan mencatat dan mengenang orang-orang berilmu dengan lengkap dan baik, tetapi sedikit sekali sejarah yang mencatat nama-nama orang-orang berharta dari masa ke masa. Hingga hari ini belum ada kitab sejarah Islam yang menulis tentang kisah orang-orang kaya.
(10) Secara umum, kemanfaatan ilmu lebih luas menembus ruang, jarak dan waktu, sedangkan harta pemanfaatannya lebih terbatas dan lebih singkat.
Begitu banyak keunggulan ilmu atas harta, rasa-rasanya adalah zalim kalau kemudian kita mendahulukan mencari harta dari mencari ilmu. Zalim adalah lawan dari Adil, sedangkan Adil adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan haknya. Kalau kita sadar bahwa ilmu lebih mulia, maka tidak perlu minder kan kalau kita saat ini 'sekedar' belum punya harta ? Yang terpenting, cari ilmu tetap jalan terus. Biarlah bersepeda asal kuliah tak pernah telat, daripada naik mobil cuma niat ngejar absen plus ngeceng. Ibaratnya jargon orang Barat : " Ndeso mas gogon !" ! eh, maksud kami " the show must go on ! ". 
sumber : http://www.indonesiaoptimis.com/2009/02/kuliah-cari-ilmu-atau-harta.html